Sabtu, 07 Desember 2013

Sintren di Pemalang


Sintren adalan kesenian tari tradisional masyarakat Jawa, khususnya di Pemalang. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Barat, antara lain di Pemalang, Pekalongan, Brebes, Banyumas, Kuningan, Cirebon, Indramayu, dan Jatibarang. Kesenian Sintren dikenal juga dengan nama lais. Kesenian Sintren dikenal sebagai tarian dengan aroma mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta kasih Sulasih dengan Sulandono.


Pergeseran nilai sosial budaya membuat kesenian ini jarang kita temui lagi di daerah Pemalang. 


Kesenian Sintren berasal dari kisah Sulandono sebagai putra Ki Baurekso hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dari Ki Baurekso, akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan di antara keduanya masih terus berlangsung melalui alam gaib.

SEJARAH PEMALANG, JAWA TENGAH


A.      Sejarah Kabupaten Pemalang
Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.
Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku “W FRUIN MEES” yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.
Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Demak, Cirebon dan kemudian Mataram.
Pada masa itu Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional pada sekitar tahun 1575. Tokoh yang asal mulanya dari Pajang bernama Pangeran Benawa. Pangeran uu asal mulanya adalah Raja Jipang yang menggantikan ayahnya yang telah mangkat yaitu Sultan Adiwijaya.
Kedudukan raja ini didahului dengan suatu perseturuan sengit antara dirinya dan Aria Pangiri.
Sayang sekali Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun. Pangeran Benawa meninggal dunia dan berdasarkan kepercayaan penduduk setempat menyatakan bahwa Pangeran Benawa meninggal di Pemalang, dan dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).
Pemalang menjadi kesatuan wilayah administratif yang mantap sejak R. Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng menjadi penguasa wilayah Pemalang yang berpusat di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata pada sekitar tahun 1622. Pada masa ini Pemalang merupakan apanage dari Pangeran Purbaya dari Mataram. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.
Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.
Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.
Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul “De Java Oorlog Uan” 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Uan Den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.
Pada tahun 1832 Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Propinsi Jawa Tengah.
Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk lain. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang masih bisa ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan).

Golongan Darah Menentukan Karier



Golongan darah menentukan karier seseorang. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Ma Chung  (UMC) Malang, Leenawaty Limantara, MSc. PhD dalam seminar Edubition UMC 2012. “pH Darah Menentukan Kesehatan Kita” Sabtu 18 Peb 2012 di UMC Malang.
Siapa sangka golongan darah menentukan karierseseorang, karena  golongan darah mempunyai peranan besar dalam membentuk karakter seseorang. Bahkan untuk urusan jodoh, golongan darah mempunyai pengaruh juga.
Golongan darah membentuk karakter dasar seseorang. Golongan darah memberikan karakter dasar yang unik pada diri seseorang dan dari karakter itu bisa menentukan karier yang cocok pada seseorang. Seseorang yang mempunyai golongan darah A mempunyai karakter yang bersifat perfeksionis, orang dengan golongan darah B mempunyai sifat individualis, golongan darah O berbakat memimpin, sedangkan pemilik golongan darah AB berkarakter rasional.
Golongan Darah Menentukan Karier yang cocok untuk seseorang. Misalnya: Pemilik golongan darah A adalah sekretaris, administrasi atau akuntan yang membutuhkan ketelitian, detail kecil dan keteraturan. Pemilik golongan darah B cocok menjadi ilmuwan, seniman atau petualang yang sesuai karakternya  yaitu individualis, pemikir dan mencintai kebebasan. Untuk golongan darah O cocok di posisi pimpinan pada umumnya, tentara, karena karakternya yang ambisius, terbuka dan kuat.  Sedangkan untuk golongan darah AB sangat unik karena mempunyai gabungan golongan darah A dan B, seperti mempunyai dua kepribadian. Pemilik golongan darah AB cocok menjadi penulis atau teknisi karena mempunyai juga karakter kritis, kreatif, sensitif dan bisa mengerjakan banyak hal, tetapi cenderung pemilik golongan darah ini lebih tertutup daripada pemilik golongan darah lain.
Golongan Darah Menentukan Karier
Di Jepang dan Korea, golongan darah sangat berpengaruh pada kehidupan sosial. Di Jepang manajer perusahaan umumnya bergolongan darah O atau A yang diyakini mereka layak menduduki jabatan itu. Selain masalah pekerjaan, urusan jodoh pun sering dilihat dari golongan darah yang dimiliki. Pria dengan golongan darah B enggan dijadikan jodoh bagi perempuan karena karakternya yang individualis dan tidak mau terikat karena menyenangi kebebasan. Demikian juga dengan perempuan bergolongan darah AB enggan dipilih pria karena sikapnya yang berubah-ubah.
Memang banyak faktor lain yang menentukan karakter seseorang, namun di Jepang dan Korea golongan darah termasuk faktor penting, hingga ilmuwan Jepang Takeji Furukawa membuat penelitian tentang karakter dan golongan darah. Bahkan muncul pameo “You are what you bleed”Karakter Anda adalah darah Anda.

Senin, 02 Desember 2013

10 hal yang aku tahu tentang kamu


1. Kamu membaca status ini.
2. Kamu manusia.
3. Kamu ga bisa nyebutin huruf 'P' kalo bibir atas dan bibir bawahmu tidak bersentuhan.
4. Kamu baru saja mencobanya.
6. Kamu tersenyum sendiri.
7. Sampai kamu ga sadar kalo sebenarnya no.5 itu ga ada.
8. Kamu cek no. 5. Ternyata emang ga ada.
9. Kamu ketawa sendiri sambil agak memaki- maki dalam hati.

Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan KawanKawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan Kawan
1. Kamu memang malas untuk membaca semua kata 'Kawan' di atas.
2. Kamu ga sadar di antaranya ada kata 'Kawin'.
3. Kamu terus mencari perkataan 'Kawin' yang sebenarnya memang tidak ada.
4. Kamu sudah kena jebakan betmen! Hahaha
5. Kamu bagikan aja biar bukan kamu aja yang terkerjain, hehe...

Sabtu, 30 November 2013

Tentang Saya :)



biodata

Nama Lengkap            : DHIAN MISROFATUN
Nama Panggilan           : DHIAN
Tempat Tanggal Lahir   : PEMALANG, 8 MEI 1997
E-mail                          :
dhianmisrofatun@gmail.com 
dhian_misrofatun@yahoo.com

Hobi                            : MENGGAMBAR, MENULIS DAN MEMBACA CERITA
Cita-cita                       : - MENJADI ORANG SUKSES DAN ARSITEK


Post Pertama :D

Episod 1

Awal gue mengenal namanya internet itu berasa masuk kedalam semua dunia baru. Pertama-pertama gue ngenal internet dari temenku dan aku mulai bergelut dengan dunia internet dengan sosial media facebook. Waktu itu gue kelas 8. Dan terus menerus berkembang. Namun dulu waktu belum punya alat pendukung internet gue harus pergi kewarnet sambil ngerjain tugas gue sekalian terjun kedunia maya facebook. Bukannya ngerjain tugas eh malah asik main facebook :D Jika dari sekolah gak ada tugas gue biasanya bohong dulu biar diijinin kewarnet buat masuk kedunia internet :D (maaf ya buat ibu dan bapak)